Skip to main content

Metode Pembelajaran Eklektik, (Pengertian, Prinsip, Tujuan, Langkah Langkah, dan Contohnya)

Metode Pembelajaran Eklektik


Untuk mencapai pembelajaran yang lebih efektif, dua atau lebih metode pembelajaran dapat dipadukan. Pemaduan beberapa metode pembelajaran ini dikenal dengan Metode Eklektik. Berikut adalah uraian tentang Metode Eklektik.

A. Pengertian Metode Elektik

Istilah eklektik berasal dari bahasa Yunani eklektikos yang berarti “memilih yang terbaik.” Istilah ini pertama kali digunakan oleh para filsuf klasik ketika merasa tidak puas dengan aliran atau ajaran-ajaran filsafat yang ada pada saat itu.

Mereka kemudian menyeleksi doktrindoktrin yang masuk akal bagi mereka dan menyusunnya kembali menjadi sebuah sistem ajaran baru.

Hal yang kurang lebih sama dapat dilakukan dalam berbagai disiplin keilmuan, termasuk bidang pendidikan/pembelajaran. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran tidak terlepas dari kecakapan guru memilih metode pembelajaran yang tepat sasaran atau efektif, dalam arti dapat membawa siswa mencapai kompetensi dasar (tujuan) yang telah ditentukan.

Masing-masing metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada titik ini berlaku ungkapan tidak ada metode atau model pembelajaran yang terbaik untuk semua tujuan pembelajaran.

Karena itu cukup beralasan kalau guru mencoba untuk mengidentifikasi beberapa kelebihan suatu metode dan menggabungkannya dengan kelebihan metode yang lain. Upaya ini akan menjadi lebih realistik kalau yang dipadukan adalah fitur-fitur atau aktivitas siswa pada suatu metode dengan fitur-fitur metode lain yang berbeda.

Pemaduan ini membuka kemungkinan siswa mempelajari dua ranah kompetensi atau lebih secara simultan. Maka yang dimaksud dengan pemaduan beberapa metode pembelajaran (metode pembelajaran eklektik) dalam panduan ini adalah (proses) pembelajaran yang berisi perpaduan fitur-fitur terbaik dari dua atau lebih metode pembelajaran dengan tujuan memfasilitasi proses belajar siswa agar dapat berjalan lebih efektif dan optimal.

Pemaduan beberapa metode pembelajaran berpotensi untuk mengakomodasi perbedaan karakteristik siswa yang bervariasi, seperti gaya atau preferensi belajar, pengalaman, kebiasaan, latar belakang keluarga, dan tentu saja kemampuan belajarnya.

Penggabungan metode dan atau kegiatan pembelajaran merupakan seni pembelajaran yang layak diterapkan oleh guru agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif.

Guru dapat berkreasi dengan memadukan beberapa metode atau kegiatan pembelajaran (aktivitas) berdasarkan karakteristik kompetensi, materi atau isi, ketersediaan sarana penunjang, alokasi waktu pembelajaran, dan sebagainya.

Asumsi dasarnya adalah bahwa guru telah menguasai berbagai metode pembelajaran dan berpengalaman dalam penerapannya. Metode Eklektik digunakan untuk memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan konteks pembelajarannya sendiri.

Keputusan untuk menggunakan Metode Eklektik ini berdasarkan hasil analisis kebutuhan belajar siswa, hasil evaluasi dan refleksi dari proses pembelajaran yang sudah diselenggarakan sebelumnya, dan prinsip-prinsip pembelajaran yang diyakininya.

B. Prinsip-prinsip dalam memadukan metode-metode pembelajaran

Berikut adalah prinsip-prinsip yang harus diperhatikan ketika memadukan  metode-metode pembelajaran.

a. Efektivitas

Pemaduan mengarah pada tercapainya tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar.

b. Kompatibilitas

Fitur atau aktivitas siswa yang dipadukan memang cocok (kompatibel) dan/atau saling melengkapi satu dengan yang lain.

c. Koherensi

Antara satu aktivitas dan aktivitas sesudah atau sebelumnya saling berkaitan atau bertalian secara logis.

d. Kohesivitas

Kendati guru bebas menentukan dan memilih aktivitas yang akan dipadukan, hasil akhirnya adalah satu kesatuan metode yang bulat, utuh.

e. Pemaduan tidak harus sekali jadi, tetapi dapat diulang-ulang untuk KD yang sama maupun untuk KD yang berbeda.


C. Tujuan Memadukan Metode-metode Pembelajaran

Pemaduan lebih dari satu metode pembelajaran bertujuan untuk:

a. Mencapai kompetensi dasar atau tujuan pembelajaran secara lebih efektif dan optimal;
b. Mengakomodasi perbedaan-perbedaan karakteristik dan gaya belajar siswa; dan
c. Mempertahankan proses pembelajaran yang menyenangkan dan mengasyikkan (fun).

D. Langkah-langkah Memadukan Metode-metode Pembelajaran

Ketika memadukan metode-metode pembelajaran, ada beberapa langkah yang harus dilalui untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Berikut adalah langkah-langkah tersebut.

  1. Merumuskan indikator/tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar. 
  2. Mengeksplorasi metode pembelajaran beserta fitur-fiturnya dan memilih fitur-fitur yang akan digabungkan dan digunakan guru dalam pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran/sarana prasarana/waktu pembelajaran. 
  3. Menuliskan urutan fitur-fitur yang akan dipadukan sebagai kegiatan inti pembelajaran.


E. Contoh Kegiatan Memadukan Metode Pembelajaran

Metode Pembelajaran Berbasis Proyek dan Pembelajaran Kooperatif

Mata Pelajaran : Seni Budaya (Seni Teater)
Kelas/ Semester : VII / Satu
Materi Proyek : Bermain Peran
Alokasi Waktu : 7 Pertemuan (21 JP)

Kompetensi Dasar Seni Budaya (Seni Teater)
3.1 Memahami konsep, teknik dan prosedur dasar seni peran untuk pementasan fragmen
4.1 Memeragakan adegan fragmen sesuai konsep, teknik dan prosedur seni peran

Langkah-Langkah Pembelajaran

Metode Pembelajaran Eklektik, Pengertian, Prinsip, Tujuan, Langkah Langkah, dan Contohnya

Comments

Popular posts from this blog

5 Komponen Penting dalam Proposal Penelitian

5 Komponen Penting dalam Proposal Penelitian, tahapan metode ilmiah, metodologi penelitian, metode ilmiah

Organ-Organ pernapasan Manusia, (Hidung, Faring, Laring, Trakea, Bronkus, Bronkiolus, Alveolus, Paru Paru)

Organ-Organ pernapasan Manusia Sistem pernapasan pada manusia meliputi semua struktur yang menghubungkan udara ke dan dari paru-paru. Organ pernapasan utama berupa paru-paru. Anda dapat memahami organ-organ pernapasan pada manusia dengan mempelajari materi berikut. a. Hidung Hidung berfungsi sebagai alat pernapasan dan indra pembau. Hidung terdiri atas lubang hidung, rongga hidung, dan ujung rongga hidung. Rongga hidung memiliki rambut, banyak kapiler darah, dan selalu lembap dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput mukosa. Di dalam rongga hidung, udara disaring oleh rambutrambut kecil (silia) dan selaput lendir yang berguna untuk menyaring debu, melekatkan kotoran pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, maupun menyelidiki adanya bau. Pada pangkal rongga mulut yang berhubungan dengan rongga hidung terdapat suatu katup yang disebut anak tekak. Saat menelan makanan anak tekak ini akan terangkat ke atas menutup rongga hidung sehingga makanan tidak dapat mas...

Kerusakan Tanah, (Erosi, Metode Pengawetan Tanah, Metode Mekanik, Metode Vegetatif, Metode Kimia)

Kerusakan Tanah dan Dampaknya terhadap Kehidupan Kerusakan Tanah Kerusakan tanah dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain sebagai berikut. Perusakan hutan, dapat mengurangi daya serap tanah dan kemampuan tanah dalam menampung dan menahan air sehingga mudah tererosi.  Proses kimiawi air hujan, dapat merusak tanah melalui proses peru bahan kimiawi.  Proses mekanis air hujan, dapat mengikis dan menggores tanah di permukaannya sehingga terbentuk selokan. Akibat yang di timbul kan oleh proses mekanis air hujan, yaitu sebagai berikut. Erosi air hujan, dapat mengakibatkan pergerakan tanah, seperti tanah labil yang ada di pinggir-pinggir sungai apabila tertimpa hujan lebat akan lepas dan pada akhirnya jatuh ke sungai.  Kehilangan unsur hara dan bahan organik dari daerah perakaran.  Terkumpulnya garam di daerah perakaran (salinisasi).  Penjenuhan tanah oleh air (waterlogging) dan erosi.  Tanah longsor, adalah kondisi turun atau ambruknya tana...