Skip to main content

8 Tahapan Menulis Resensi Buku Pengetahuan

8 Tahapan Menulis Resensi Buku Pengetahuan, resensi buku pengetahuan, cara meresensi buku, meresensi buku, cara resensi buku, meresensi buku pengetahuan, langkah langkah meresensi buku, contoh meresensi buku pengetahuan, meresensi buku ilmu pengetahuan, contoh resensi buku ilmu pengetahuan, langkah langkah menulis resensi, resensi buku ilmu pengetahuan.

8 Tahapan Menulis Resensi Buku Pengetahuan



Kemampuan dan keterampilan menulis resensi sebaiknya dimiliki setiap siswa. Kemampuan dan keterampilan itu dapat dimiliki melalui latihan yang serius dan intensif. Pada kegiatan belajar ini kamu akan berlatih membaca buku pengetahuan secara saksama, mengidentifikasi intisari isinya, mengidentifikasi format penyajiannya, mengidentifikasi penggunaan bahasanya, mempertimbangkan manfaatnya, mengulas dan menilai semua aspek yang ada, dan menuangkan hasilnya dalam bentuk tulisan.

Resensi buku berarti ulasan atau bahasan mengenai buku, baik dari segi substansi buku maupun kepenulisan (hubungan dengan kepengarangan). Secara umum resensi buku berisi tentang substansi buku secara keseluruhan, penggunaan bahasa dalam kepenulisan, kelebihan dan kelemahan buku, dan kesimpulan buku tersebut serta identitas buku yang diresensi.

Membaca dan memahami substansi buku mutlak dilakukan seorang peresensi. Selain membaca, tugas utama penulis resensi adalah memberi sugesti kepada para pembaca apakah sebuah buku patut dibaca atau tidak. Ia harus melakukan dasar-dasar bagi pendapatnya itu, serta kriteria-kriteria yang diperjualbelikan untuk membentuk pendapatnya (Komposisi, 2001).
Beberapa hal yang bisa diresensi adalah (i) buku, baik fiksi maupun nonfiksi, (ii) pertunjukan, baik drama, wayang kulit, kethoprak, film, (iii) pameran, seperti pameran lukisan, desain iklan, foto, produk industri, (iv) patung, (v) lukisan, dan sebagainya. Kegiatan meresensi ialah kegiatan menilai dan atau menimbang yang terkait dengan kualitas isi dan penyajiannya.
Merensi buku Pengetahuan
Untuk menulis resensi, misalnya sebuah buku pengetahuan, seseorang harus melakukan tahapan sebagai berikut.

(1) Membaca buku pengetahuan secara saksama.

(2) Mengidentifikasi intisari isinya.

(3) Menyusun rangkuman atau ringkasannya.

(4) Mengidentifikasi format dan gaya penyajiannya.

(5) Mengidentifikasi penggunaan bahasanya.

(6) Mempertimbangkan manfaatnya.

(7) Mengulas dan atau menilai semua aspek yang ada 

dan menyimpulkannya.

(8) Menuangkan hasilnya dalam bentuk tulisan (Keraf, 2003)


Dalam menuangkan hasilnya dalam bentuk tulisan, penulis resensi sebaiknya juga menyampaikan sugesti kepada para pembaca mengenai kualitas isi dan penyajiannya. Misalnya pada poin berikut.
(1) Berkualitas atau tidak berkualitasnya.
(2) Menarik atau tidak menariknya.
(3) Bermanfaat atau tidak bermanfaatnya.
(4) Aktual atau tidak aktualnya, dan masih banyak lagi yang lain.
Pada dasarnya, penulis resensi harus dapat meyakinkan pembaca mengenai kualitas isi dan penyajian buku pengetahuan itu. Silahkan baca juga : Rangkuman Serta Refleksi Materi

Comments

Popular posts from this blog

5 Komponen Penting dalam Proposal Penelitian

5 Komponen Penting dalam Proposal Penelitian, tahapan metode ilmiah, metodologi penelitian, metode ilmiah

Organ-Organ pernapasan Manusia, (Hidung, Faring, Laring, Trakea, Bronkus, Bronkiolus, Alveolus, Paru Paru)

Organ-Organ pernapasan Manusia Sistem pernapasan pada manusia meliputi semua struktur yang menghubungkan udara ke dan dari paru-paru. Organ pernapasan utama berupa paru-paru. Anda dapat memahami organ-organ pernapasan pada manusia dengan mempelajari materi berikut. a. Hidung Hidung berfungsi sebagai alat pernapasan dan indra pembau. Hidung terdiri atas lubang hidung, rongga hidung, dan ujung rongga hidung. Rongga hidung memiliki rambut, banyak kapiler darah, dan selalu lembap dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput mukosa. Di dalam rongga hidung, udara disaring oleh rambutrambut kecil (silia) dan selaput lendir yang berguna untuk menyaring debu, melekatkan kotoran pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, maupun menyelidiki adanya bau. Pada pangkal rongga mulut yang berhubungan dengan rongga hidung terdapat suatu katup yang disebut anak tekak. Saat menelan makanan anak tekak ini akan terangkat ke atas menutup rongga hidung sehingga makanan tidak dapat mas...

Kerusakan Tanah, (Erosi, Metode Pengawetan Tanah, Metode Mekanik, Metode Vegetatif, Metode Kimia)

Kerusakan Tanah dan Dampaknya terhadap Kehidupan Kerusakan Tanah Kerusakan tanah dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain sebagai berikut. Perusakan hutan, dapat mengurangi daya serap tanah dan kemampuan tanah dalam menampung dan menahan air sehingga mudah tererosi.  Proses kimiawi air hujan, dapat merusak tanah melalui proses peru bahan kimiawi.  Proses mekanis air hujan, dapat mengikis dan menggores tanah di permukaannya sehingga terbentuk selokan. Akibat yang di timbul kan oleh proses mekanis air hujan, yaitu sebagai berikut. Erosi air hujan, dapat mengakibatkan pergerakan tanah, seperti tanah labil yang ada di pinggir-pinggir sungai apabila tertimpa hujan lebat akan lepas dan pada akhirnya jatuh ke sungai.  Kehilangan unsur hara dan bahan organik dari daerah perakaran.  Terkumpulnya garam di daerah perakaran (salinisasi).  Penjenuhan tanah oleh air (waterlogging) dan erosi.  Tanah longsor, adalah kondisi turun atau ambruknya tana...